Heat Exchanger Tipe Shell and Tube

Menurut Changel (1997), hampir pada semua heat exchanger , berpindahnya  panas di dominasi oleh konveksi dan konduksi dari fluida panas ke fluida dingin, di mana keduanya di pisahkan oleh dinding. Perpindahan panas secara konveksi sangat di pengaruhi oleh bentuk geometri heat exchanger dan tiga bilangan tak berdimensi., yaitu bilangan Reynolds, bilangan Nusselt dan bilangan Prandtl fluida. Besar konveksi yang terjadi dalam suatu doble-pipe heat exchanger akan berbeda dengan cross-flow heat exchanger atau shell-and-tube heat exchanger atau compact heat exchanger atau plate heat exchangeruntuk beda temperature yang sama. Sedang besar ketiga bilangan tak berdimensi tersebut tergantung pada kecapatan aliran serta sifat fluida yang meliputi massa jenis, viskositas absolute, panas jenis dan konduktivitas panas.

Suatu hukum kesetimbangan panas, dimana panas yang masuk sama dengan panas yang di lepaskan. Persamaannya dapat di tulis sebagai berikut:

Persamaan laju perpindahan panas dengan metode LMTD (log mean temperature diferance)sebagai berikut (incorpera, 1996):

q = U . A . TLMTD………………………………………………………….          (2)

dengan:

q = kalor yang di pindahkan (Watt)

U = Koefesien perpindahan kalor menyeluruh (W/m2K)

A = Luas permukaan perpindahan kalor (m2)

TLMTD= beda temperatur rata-rata (K)

Beda temperature rata-rata parallel flow:

 

sumber : (http://yefrichan.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s